Catatan Selama Mendaki Gunung Rinjani Untuk Pertama-kali

Letter E RInjani

Film 5 Cm memang racun.. gara-gara nonton film ini aku yang bukan anak mapala, gak pernah nanjak bukit sekalipun boro” gunung.. tiba-tiba kerasukan hasrat untuk naik gunung. Tapi gunung yang aku ingin daki berbeda dengan yang ada di film 5cm, aku maunya gunung rinjani yang kata orang view dan pengalamannya lebih seru dari gunung semeru.

Dua minggu libur sekolah bisa dong dimanfaatin untuk naik gunung rinjani, pasalnya untuk menikmati gunung ini secara maksimal kata orang 4-5 hari saja sudah bisa. Dan setelah aku searching di internet, paket pendakian rinjani paling lama memang sampai 5 hari 4 malam saja dengan 4 hari pendakian sedangkan 1 harinya adalah penjemputan.

Berhubung aku belum pernah sama sekali naik gunung dan cuma berdua sama pacar ( Tendanya beda loh ya ) maka aku gak berani dong naik tanpa guide dan porter. takutnya gak kuat dan gagal muncak, malu juga kan sama pacar ntar dibilang lemah.

Aku cari aman saja.. aku dakinya pake trekking organizer aja biar ada yang tanggung jawab kalo ada apa-apa. Kalo kamu mau ikutan cari aman aku saranin pake TO rinjani yang pernah aku pakai juga ya.. Ini Link Websitenya

Aku gak diendorse dan gak bilang perusahaan tersebut yang terbaik ya.. soalnya ada ratusan perusahaan pendakian gunung rinjani di lombok. Hanya saja aku merasa nyaman dan puas dengan pelayanan mereka walaupun ada beberapa hal minor yang aku kurang srek. Yah.. namanya manusia gak bisa sempurna 100% dan selera yang tak mungkin sama persis.

Oke google aku lanjutin ceritanya

Begitu touchdown di bandara internasional lombok aku dijemput dengan mobil pribadi menuju desa sembalun, desa tertinggi di pulau lombok. Desa itu dingin banget gak ada rumah yang pakai AC. Sampai di sana pun aku langsung tidur di homestay.

Hari keduaku di lombok adalah hari pertama pendakian rinjani. Semangat membara bak arang yang sedang dikipasi tukang sate. Satu jam pertama pendakian langkahku paling cepat bahkan lebih cepat dari guide ku. Dia sempat beberapa kali mengingatkan untuk mengambil langkah-langkah kecil saja namun aku tak menghiraukannya.

Tau-tau begitu sampai diantara pos 1 dan pos 2, pandanganku mulai getar-getar halus. Ah.. aku sampai menunda perjalanan selama 30 menit untuk mengembalikan stamina. Nyesel juga gak dengerin apa kata guideku.

Bersambung…