Ii. Pentingnya Suatu Peraturan Pertandingan Olahraga – Jurnal Pelita Zaman

Tujuan olahraga secara generik adalah bermanfaat buat peningkatan kesehatan badan sekaligus pembinaan tabiat dan mental.1438 Bagi pakar yang lain esensi olahraga merupakan disiplin, melaksanakan fungsi sosial serta pengembangan & pembangunan kepribadian.1439 Bahkan olahraga yang kelihatannya hanya berkaitan dengan aspek jasmani menurut seseorang sebetulnya nir mampu dipisahkan dengan aspek rohani.1440 Dengan demikian olahraga bukan hanya berkaitan dengan tubuh jasmani saja namun lebih jauh menurut itu olahraga berkaitan erat dengan kepribadian & rohani seorang. Kegiatan olahraga menjadi wujud konkret kepribadian & perilaku rohani seseorang. Kepribadian & rohani seseorang atlet menyatu pada diri atlet tadi.1441 Bahkan pada Amerika Serikat didirikan National Intramural-Recreation Sports Association yang bertujuan menjadikan olahraga menjadi galat satu bagian pendidikan & memacu proses kematangan hidup sebagai langsung yg utuh.1442

Di pihak lain, tujuan menurut olahraga merupakan prestasi dan menjadi kampiun. Untuk sebagai juara ini tidak gampang karena seorang atau suatu tim wajibmempunyai kelebihan dibandingkan menggunakan orang lain atau tim lain. Kelebihan ini diwujudkan dalam hal-hal yg terukur misalnya dalam atletik. Bisa jua suatu tim wajibmengalahkan versus-lawannya pada suatu rangkaian pertandingan jika olahraga itu merupakan olahraga permainan.

Seringkali asa buat menjadi kampiun dicapai menggunakan cara-cara yg tidak normal, contohnya Ben Johnson, seseorang sprinter dari Kanada, menggunakan anabolic steroid yaitu suatu obat perangsang kerja otot, buat menambah kecepatan larinya. Hasilnya, Ben Johnson sebagai juara Olimpiade di Seoul dalam tahun 1988. Suatu prestasi bergengsi karena Olimpiade merupakan wadah pertandingan olahraga yg paling penting pada global.1443 Namun beberapa saat kemudian, gelar kampiun ini dicabut karena tes urine membentuk tanda positif bahwa Ben Johnson memakai obat perangsang. Mengapa gelar juara Ben Johnson dicabut? Hal ini terjadi karena telah sebagai peraturan IOC dan juga IAAF bahwa atlet-atlet yg bertanding dihentikan memakai doping atau obat perangsang. Sekali lagi, hal ini terjadi lantaran ada peraturan.

Peraturan terdapat supaya pertandingan dapat berjalan dengan baik dan terlaksana menggunakan adil. Jika suatu pertandingan tanpa peraturan, maka akan terjadi poly kesulitan dalam pertandingan itu. Misalnya pada sepak bola1444, apabila nir ada peraturan yang mengharuskan satu tim hanya berjumlah sebelas orang, maka tim tadi sanggup disebut keduabelasan, ketigabelasan & seterusnya karena jumlah pemain bukan sebelas orang. Bisa jadi suatu kesebelasan berhadapan menggunakan kelimabelasan; hal ini tentu nir adil bagi tim yg lebih sedikit jumlah pemainnya. Contoh lain, suatu tim pada posisi kalah tentu tidak mau waktu bertandingnya habis. Lantaran itu jika nir ada peraturan yang mengatur lamawaktu bertanding, maka tim yg kalah tentu nir akan mau berhenti bertanding sebelum timnya menang atau minimal seri. Banyak pertarungan lain yg muncul tanpa adanya peraturan, karena itu perlu sekali adanya seperangkat peraturan yg jelas buat sebagai panduan penyelanggara pertandingan, wasit, peserta pertandingan & bahkan penonton.

Kedua, peraturan ada buat melindungi pemain. Hal ini terutama bagi cabang-cabang olahraga yang ada kontak fisik. Dalam olahraga semacam ini mau tidak mau akan terjadi agresivitas. Agresivitas dalam pengertian olahraga, merupakan sebuah usaha kekerasan fisik dengan tujuan mengurangi kemampuan & kondisi fisik lawan.1445 Untuk mencegah agresivitas yang hiperbola, setiap atlet harus mengingat bahwa bertanding tidak sama menggunakan berperang. Dalam berperang tujuan primer adalah menghancurkan musuh. Dalam bertanding sekalipun ada bisnis mengalahkan musuh namun permanen sine qua non penghormatan kepada lawan tanding.1446 Lagipula peraturan pertandingan akan melindungi atlet menurut tindakan yang hiperbola dan mencelakakan.

Di NBA, ada peraturan yg diklaim flagrant fault, yaitu seseorang dinyatakan galat lantaran melakukan hal-hal yg dapat mencederai atau mencelakakan pemain lain. Hukuman yg diberikan merupakan 2 kali tembakan bebas & bola masih buat tim lawan. Hukuman ini relatif berat karena apabila sanksi dan bola yg dipegang versus masuk, maka total nilai yang diperoleh lawan merupakan empat poin, suatu jumlah yg cukup akbar pada permainan bola basket. Dalam olahraga tinju yg rawan cedera, ada peraturan yg mengharuskan seorang petinju menghentikan pertandingan & dianggap kalah jika menderita cedera yang cukup berat seperti contohnya luka yg terus mengucurkan darah. Dalam syarat misalnya ini petinju tadi dinyatakan kalah RSC. Dalam olahraga lain juga terdapat peraturan-peraturan sejenis yang tujuannya tidak lain adalah buat melindungi keselamatan pemain dari keadaan-keadaan yang membahayakannya.

Dengan demikian peraturan olahraga akan menciptakan seman kompetitif yang proporsional dan tidak menghambat semangat olahraga. Gaty Wagner mengingatkan bahwa ada beberapa hal yang berguna pada sebuah kompetisi, yaitu melatih tanggung jawab, pengendalian diri, daya tahan, menjalin interaksi dan lain-lain. Tetapi apabila tidak proporsional, maka semangat kompetisi akan berbahaya, yaitu kesombongan, hasrat tetap muda & kuat, pengidolaan berlebihan, keserakahan, eksploitasi dan kekerasan. Untuk itu Wagner memberikan dua contoh dari Alkitab menjadi kompetitor yg baik yaitu Yesus dan Paulus. Kedua tokoh ini mempunyai semangat kompetisi yg proporsional lantaran semangat kompetisi mereka membentuk hal-hal positif yg telah disebutkan di atas.1447

Adanya peraturan memberikan patokan sejelas jelasnya tentang bagaimana cara mencapai kemenangan, apa yang wajibdilakukan & apa yg nir boleh dilakukan selama pertandingan. Supaya pertandingan berjalan menggunakan baik, maka peraturan harus dipegang menggunakan teguh. Untuk pengadaan perangkat peraturan yang dibutuhkan, maka badan-badan olahraga internasional dan nasional memiliki wewenang untuk membuatnya. Tugas lanjut bagi institusi-institusi ini adalah terus menyempurnakan peraturan-peraturan yg terdapat & mengawasi pelaksanaan peraturan-peraturan tadi. Dengan demikian, FIFA akan menjadi badan yg paling bertanggung jawab buat peraturan pertandingan sepak bola secara internasional & PSSI buat pada Indonesia. Termasuk olahraga-olahraga lainnya, masing-masing mempunyai badan internasional atau nasional yang terkait buat mengadakan peraturannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *