Kesadaran Buat Suporter & Penonton Sepakbola Mengenai Kode Disiplin Pssi

Ilustrasi/Admin (Kompas.com)
Suporter adalah bagian penting dalam sepakbola nasional. Saking pentingnya, hampir semua peraturan organisasi PSSI banyak yg mengatur mengenai suporter. Salah satunya adalah Peraturan Organisasi PSSI mengenai Kode Disiplin PSSI. Dalam keliru satu pertimbangannya disebutkan bahwa penegakan disiplin adalah basis buat meningkatkan kualitas persepakbolaan national. Dalam Pasal 1 Peraturan Organisasi PSSI tentang Kode Disiplin PSSI disebutkan bahwa Kode Disiplin PSSI ini ditetapkan & diberlakukan menggunakan tujuan (i) mengatur dan menyebutkan jenis-jenis pelanggaran disiplin terhadap peraturan-peraturan yang dimuntahkan PSSI, (ii) memutuskan tindakan sanksi berupa sanksi supaya peraturan disiplin ditegakkan sebagai akibatnya pertandingan & kompetisi berjalan disiplin sinkron dengan The Laws of the Game, berlangsung fair, menghibur & bermartabat bagi kehidupan, (iii) pengaturan tentang organisasi, tugas, kewenangan, fungsi dan kewajiban badan-badan yg bertanggungjawab dalam membuat dan mengambil keputusan atas pelanggaran disiplin, dan (iv) mekanisme & rapikan cara yang wajibdiikuti oleh badan-badan tadi serta para pihak yang terkait menggunakan pelanggaran disiplin. Kemudian dalam Pasal tiga dijelaskan para pihak yang terikat menggunakan Peraturan Organisasi PSSI tentang Kode Disiplin PSSI antara lain: a. Seluruh Pengurus PSSI baik di Pusat juga di Daerah; b. Pengurus Klub; c. Klub; d. Ofisial; e. Pemain; f. Perangkat pertandingan; g. Agen pertandingan & agen pemain berlisensi; h. Setiap orang yang mempunyai otoritas berdasarkan PSSI, khususnya yg terkait dengan pertandingan, kompetisi atau kegiatan lainnya yg diselenggarakan sang PSSI; i. Penonton; & j. Suporter. Dalam goresan pena ini gw akan memfokuskan dalam Penonton dan Suporter. Pada pasal 59 Peraturan Organisasi PSSI tentang Kode Disiplin PSSI menjelaskan mengenai tingkah lakutidak baik melakukan tindakan rasis. Ayat (1)Siapapun yg melakukan tindakan rasis berupa tingkahlaku jelek, diskriminatif atau meremehkan seorang atau melecehkan seseorang menggunakan cara apapun menggunakan tujuan menyerang atau menjatuhkan nama baik orang tersebut yg terkait menggunakan pertandingan, rona kulit, bahasa, agama atau suku bangsa atau melakukan tindakan rasisme lainnya dengan cara apapun, dijatuhi hukuman sebagai berikut: apabila pelaku tindakan rasis tadi merupakan pemain, maka hukumannya adalah hukuman embargo ikut dan pada pertandingan paling nir lima (lima) kali di setiap jenjang pertandingan; jika pelaku tindakan rasis tadi adalah suporter atau pendukung klub, maka hukumannya adalah sanksi larangan memasuki stadion sekurang- kurangnya 6 (enam) bulan bagi suporter atau pendukung klub tersebut & sanksi dendasedikitnya Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) yang ditanggung sang klubnya; jika pelaku tindakan rasis tadi merupakan ofisial klub, maka hukumannya adalah hukuman dendapaling sedikit Rp 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah). Ayat (2)Jika penonton memasang bendera menggunakan tulisan jargon berbau rasis, atau terbukti bersalah melakukan tindakan rasisme lainnya dan atau bersikap melecehkan atau merendahkan orang lain menggunakan cara apapun dalam ketika pertandingan berlangsung, Komisi Disiplin PSSI & atau Komisi Banding PSSI menaruh hukuman berupa hukuman dendasedikitnya Rp. 300.000.0000 (tiga ratus juta rupiah) pada organisasi sepakbola atau klub yang didukung si pelaku dan diberikan hukuman lainnya berupa hukuman bermain tanpa penonton di pertandingan resmi selanjutnya. Jika penonton tersebut nir dapat diketahui asal klubnya, maka organisasi sepakbola atau klub tuan rumahlah yang akan dijatuhi hukuman tersebut. Ayat (3)Setiap PENONTON yang dinyatakan bersalah melakukan tindakan sebagaimana dimaksud Pasal 59 ayat (1) & Pasal 59 ayat (2) Kode Disiplin PSSI ini dikenakan sanksi berupa hukuman nir diijinkan memasuki stadion manapun selama masa 2 (2) tahun. Ayat (4)Setiap pemain, ofisial suatu klub atau organisasi sepakbola atau PENONTON melakukan tindakan rasis apapun atau tindakan melecehkan atau merendahkan apapun caranya sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 59 ayat (1) & Pasal 59 ayat (2) Kode Disiplin PSSI ini, maka klub tadi dijatuhi sanksi berupa sanksi pengurangan nilai klubnya secara otomatis tiga (3) poin, jika tindakan rasisme tersebut dilakukan pertama sekali. Dalam masalah tindakan rasisme yang kedua, klub tadi dijatuhi sanksi dengan hukuman pengurangan nilai 6 (enam) poin, dan buat tindakan rasisme yg berikutnya, maka klub tadi dijatuhi hukuman berupa sanksi diturunkan peringkatnya ke divisi di bawahnya. Dalam masalah dimana pada pertandingan itu klub yg melakukan tindakan rasis itu nir mendapatkan nilai, maka klub tersebut dijatuhi sanksi berupa hukuman didiskualifikasi dari kompetisi atau pertandingan itu. Jadi andai saja para suporter dan penonton paham dan mengerti adanya Peraturan Organisasi PSSI mengenai Kode Disiplin PSSI yg didalamnya mengatur mengenai sanksi terhadap supporter dan penonton, tentu kita tidak akan pernah mendengar nyanyian rasis dan ejekan antar supporter yg akhirnya berujung pada kerusuhan dan kematian. Semoga goresan pena ini bisa memberikan kesadaran kepada semua penonton & supporter di seluruh penjuru global.

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjaditanggung jawab komentatorseperti diatur pada UU ITE

Belum terdapat komentar. Jadilah yang pertama buat menaruh komentar!VIDEO PILIHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *