Peraturan Baru Pssi, Pertandingan Liga 1 Akan Dihentikan Bila Terdapat Aksi Rasis Suporter – Tribunnews.com

HomeSuper SkorIndonesiaPSSI telah mengeluarkan anggaran baru terkait aksi rasis suporter, pertandingan liga 1 2018 bisa berakhir lebih cepat.

Jumat, 12 Oktober 2018 18:40 WIB

Penonton ricuh usai pertandingan Arema melawan Persebaya Surabaya pada stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (6/10/2018). Kericuhan dimulai dalam mnt ke-15, waktu terjadi peristiwas yg melibatkan oknum penonton melakukan pengeroyokan. PSSI mengeluarkan anggaran baru terkait aksi rasis suporter, laga bisa dilarang lebih cepat. 

TRIBUNNEWS.COM – PSSI mengeluarkan peraturan baru yg mampu membuat pertandingan Liga 1 2018 berakhir lebih cepat apabila ada suporter melakukan aksi rasis.

Aksi rasis suporter sebagai sorotan Federasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) pada peraturan yang baru baru dirilis.

Melalui surat bernomor 4573/UDN/2114/X-2018 yang diterbitkan dalam Jumat (11/10/2018), PSSI meresmikan peraturan penghentian laga jika ada aksi rasis suporter selama pertandingan.

Mengenai definisi dari peraturan baru tadi pula telah disampaikan dalam surat yg merupakan hasil menurut rapat Komite Etik dalam lepas 8 Oktober lalu.

Peraturan tersebut bertujuan buat menghilangkan nyanyian juga koreografi dan spanduk yg berbau SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan) dan menghina tim lawan.

Sebab, rivalitas panas di kalangan suporter sudah poly memakan korban jiwa.

Yang modern merupakan galat seseorang anggota The Jak Mania, Haringga Sirla, yang mati dikeroyok oknum Bobotoh pada Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Dalam peraturan baru yg dirilis PSSI, Federasi Sepak Bola Indonesia itu pula menyebutkan bagaimana prosedur buat menghentikan laga bila terdapat aksi rasis berdasarkan suporter.

“);$(“#latestul”).append(”

“);$(“.loading”).show();var newlast = getLast;$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, start: newlast,section:’10’,img:’thumb2′, function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title)newlast = newlast + 1;if(val.video) var vthumb = “”;var vtitle = ” “;elsevar vthumb = “”;var vtitle = “”;if(val.thumb) var img = ”

“;var milatest = “mr140”;else var img = “”;var milatest = “”;if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+”

“;else subtitle = ”;if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;else cat = ”;$(“#latestul”).append(“”+img+”

“);else$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya

‘);$(“#test3”).val(“Done”);return false;);$(“.loading”).remove(););else if (getLast > 150) if ($(“#ltldmr”).length == 0)$(“#latestul”).append(‘Tampilkan lainnya

‘);););function loadmore()if ($(“#ltldmr”).length > 0) $(“#ltldmr”).remove();var getLast = parseInt($(“#latestul > li:last-child”).attr(“data-sort”));$(“#latestul”).append(”

“);$(“.loading”).show();var newlast = getLast ;if($(“#test3”).val() == ‘Done’)newlast=0;$.getJSON(“https://barah.tribunnews.com/ajax/latest”, function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title)newlast = newlast + 1;if(val.video) var vthumb = “”;var vtitle = ” “;elsevar vthumb = “”;var vtitle = “”;if(val.thumb) var img = ”

“;var milatest = “mr140”;else var img = “”;var milatest = “”;if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+”

“;else subtitle = ”;if(val.c_url) cat = “”+val.c_title+””;else cat = ”;$(“#latestul”).append(“”+img+”

“);elsereturn false;);$(“.loading”).remove(););else$.getJSON(“https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?”, start: newlast,section:sectionid,img:’thumb2′,total:’40’, function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title)newlast = newlast+1;if(val.video) var vthumb = “”;var vtitle = ” “;elsevar vthumb = “”;var vtitle = “”;if(val.thumb) var img = ”

“;var milatest = “mr140”;else var img = “”;var milatest = “”;if(val.subtitle) subtitle = “”+val.subtitle+”

“;else subtitle = ”;$(“#latestul”).append(“”+img+”

“);elsereturn false;);$(“.loading”).remove(););

BERITA TERKINI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *