Polisi Bentuk Satgas Pengaturan Skor, Pemberantasan Mafia Bola ‘tetap Tergantung Pssi’ – Bbc News Indonesia

Abraham UtamaBBC News Indonesia

22 Desember 2018Sumber gambar, ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKeterangan gambar,

PSSI diminta secara transparan mengungkap dugaan pengaturan skor pada persepakbolaan Indonesia.Polri pekan ini mulai menggali fakta berdasarkan sejumlah pihak buat memetakan pengaturan skor yang diduga marak terjadi pada persepakbolaan Indonesia. Tetapi langkah kepolisian diklaim akan sia-sia apabila PSSI nir benar-sahih berniat membuka kejahatan olahraga yg terjadi.Sebagai federasi yg memayungi seluruh kegiatan persepakbolaan Indonesia, PSSI semestinya telah menemukan banyak sekali pertanda pengaturan skor. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo menyebut penyelidikan mafia sepakbola akan sangat bergantung pada data PSSI.”Leading sector di sini PSSI, mereka yg memahami persis mengenai prosedur dan bagaimana mafia itu bermain.””PSSI aku rasa sudah memahami, sudah menciptakan profil dan pemetaan klub-klub mana yg dijadikan sasaran (pengaturan skor),” kata Dedi saat dihubungi, Jumat (21/12).Sumber gambar, Pacific Press/Getty ImagesKeterangan gambar,

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menginstruksikan jajarannya mempelajari dugaan pengaturan skor pada Liga Indonesia.Tetapi sejak berita pengaturan skor pulang mencuat ke publik sejak November lalu, PSSI dievaluasi belum sahih-benar transparan. Ketua Paguyuban Suporter Timnas Indonesia, Ignatius Indro, mengaku heran lantaran PSSI tidak kunjung mengungkap data mafia pertandingan meski Hidayat, anggota komite eksekutif, terbukti mengatur hasil laga pada Liga 2 Indonesia.”Saya belum lihat kemauan PSSI membuka seluruh perkara pengaturan skor. Kalau nir ada niat membuka, tentu polisi akan sulit mengusut.” “PSSI malah terkesan menutup yang terjadi,” istilah Indro.Sumber gambar, ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANAKeterangan gambar,

Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi, berkeras bertahan pada jabatannya meski didesak mundur, baik lantaran merangkap jabatan maupun duduk perkara persepakbolaan.Awal Desember kemudian, Komisi Disiplin PSSI menyatakan Komite Eksekutif PSSI Hidayat terbukti pernah memperlihatkan sejumlah uang kepada Madura FC agar bermain mata waktu melawan PSS Sleman pada Liga 2.Hidayat lantas didenda Rp150 juta. Ia nir boleh masuk stadion hingga 2021 dan tidak boleh beraktivitas pada persepakbolaan selama 3 tahun ke depan.PSSI tidak menginvestigasi Hidayat secara internal, sebelum masalah itu terkuak pada gelar wicara televisi, Mata Najwa.”Kalau mau memperbaiki sepak bola, PSSI wajibmembuka semua kasus yg terdapat,” ujar Indro.Sumber gambar, AFP/ROSLAN RAHMANKeterangan gambar,

Selama 2018 Tim Nasional Indonesia gagal mencapai sasaran, baik di Asian Games juga Piala AFF.Saat dikonfirmasi, PSSI membantah keraguan publik soal niat mereka memberantas mafia sepak bola. Dalam saat dekat mereka berencana menjatuhkan sanksi kepada klub dan sejumlah pemain yg terlibat pengaturan skor.”Kami berfokus. Kami sudah punya komitmen. Kami jua akhirnya mampu menindak Pak hidayat kan? Dia komite eksekutif, itu bukti keseriusan kami,” kata Direktur Media & Promosi PSSI, Gatot Widakdo.Gatot mengatakan, Januari nanti PSSI akan membentuk komite ad hoc yg secara spesifik akan mengumpulkan data dugaan pengaturan skor. Tim itu diwacanakan bekerja secara paralel dengan penyelidik Polri.”Nanti kami tentukan, apa tugasnya, kewenangannya dan bagaimana target ketika kerjanya. Akan kami bahas, konsultasikan ke FIFA, baru habis itu jalan,” ucapnya.Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayKeterangan gambar,

Gerakan boikot bertajuk ‘kosongkan GBK’ sempat ada lantaran Timnas Indonesia tidak kunjung meraih kampiun.Bagaimanapun, PSSI harus melibatkan pihak eksternal pada tim anti-pengaturan skor. Alasannya, modus pengaturan skor yg rumit dan adanya dugaan keterlibatan pengurus PSSI.”Jangan bentuk tim internal. Itu sama saja. Bentuk tim yang libatkan orang luar supaya kredibilitasnya diakui,” istilah Sekretaris Kementerian Pemuda & Olahraga, Gatot Dewa Broto.Menurutnya, tidak ada alasan mafia pengaturan skor tidak terungkap. Apalagi, banyak sekali pihak sudah angkat bicara ke publik soal pengaturan skor, menurut yang mengklaim ditawari suap hingga membayar sejumlah uang ke wasit.”Logikanya, apa sih yang kurang? Yang nyanyi sudah terdapat, bukti relatif, perangkat terdapat. Polisi berpengalamanlah menangani hal sepertii itu,” ujar Gatot Dewa Broto.Sejauh ini lima orang telah dipanggil ke tempat kerja Divisi Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Jakarta, buat memberi warta terkait dugaan mafa pengaturan skor.Tiga dari lima orang itu adalah Sekjen PSSI Tisha Destria, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru Berlington Siahaan, & Manajer Madura FC Januar Marbun.Dua saksi lain yang dipanggil polisi adalah Ketua dan Sekjen Badan Olahraga Profesional Indonesia, yaitu Richard Sam Bera dan Andreas Marbun.Sumber gambar, ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumayKeterangan gambar,

Liga I Indonesia yang dijuarai Persija Jakarta tak luput menurut dugaan praktik pengaturan skor.Pekan depan polisi berencana menyelidiki sejumlah saksi lain, keliru satunya Gatot Dewa Broto menurut Kemenpora.Akan namun, satgas mafia sepak bola itu hanya akan penekanan dalam Liga Indonesia demam isu 2019-2020. Dedi Prasetyo beralasan, polisi akan kesulitan menemukan alat bukti pengaturan skor menurut isu terkini pertandingan yg sudah berlalu.”Saat ini hanya pendataan, berkoordinasi, mengusut pola & mekanisme. Pemetaan awal. Musim depan baru efektif bekerja,” ujar Dedi.Sumber gambar, Dede Rizky PermanaKeterangan gambar,

Wakil Ketua PSSI, Joko Driyono (tengah), menyebut pertandingan Liga Indonesia masuk pada pertaruhan rumah judi internasional.Merujuk pernyataan Wakil Ketua PSSI, Joko Driyono, satu pertandingan Liga Indonesia bisa dipertaruhkan hingga Rp70 miliar di tempat tinggaljudi. PSSI menyatakan perjudian sepak bola tak bisa dihindari karena di sejumlah negara, tempat tinggaljudi bahkan menjadi sponsor klub sepakbola. Untuk mencegah & menindak perjudian yg berujung pengaturan skor, Polri didesak menerapkan UU 11/1980 tentang Tindak Pidana Suap. Menurut catatan serikat grup pecinta sepak bola, Indonesia Football Community, sampai saat ini belum terdapat kasus pengaturan skor yg dibawa ke ranah hukum. Ini berbanding terbalik yang terjadi pada Singapura. Tahun 2015, Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura menangkap tiga pelaku pengaturan skor laga Timur Leste melawan Malaysia saat SEA Games 2015. Tiga pelaku, keliru satunya masyarakat Indonesia bernama Nasiruddin, dieksekusi 30 bulan penjara setelah terbukti bersalah.—————————————————-Laporan ini jua dapat Anda simak di radio dalam program Majalah Udara BBC Indonesia, 05.00 & 06.00 WIB dalam Senin (24/12).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *